Pertanian dan Peternakan

Catatan Akhir Tahun : Kementan Berhasil Menjaga Harga Pangan Terjangkau

Saturday, 02 January 2021 09:47 WIB
Foto : Inti Pertiwi Nashwari (Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI)

Radarsuara.com - Kementan menutup tahun 2020 dengan keberhasilannya menjaga harga pangan. Berdasarkan data Panel Harga BKP pada tanggal 30 Desember 2020 atau sehari menjelang tutup tahun 2020, Kementan mampu menunjukkan kinerja positifnya dengan menjaga agar harga tetap stabil. Dengan demikian, Kementan mampu menjaga daya beli masyarakat terhadap pangan strategis. Harga yang terjangkau setidaknya dapat mengurangi beban  masyarakat dalam pengeluaran kebutuhan sehari-hari. 

Harga beras sebagai pangan pokok utama pada akhir tahun ini sangat stabil, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang pada saat akhir tahun seringkali mengalami peningkatan. Kisaran harga eceran beras medium rata-rata nasional hari ini sebesar Rp 10.800/kg, sedangkan tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp 11.500/kg. Stabilnya harga beras ini, selain disebabkan oleh banyaknya bansos beras yang digelontorkan kepada masyarakat, juga karena produksi beras yang meningkat lebih dari 200 ribu ton dibandingkan tahun 2019. Stok beras pada akhir tahun 2020 mencapai lebih dari 6 juta ton.

Harga cabai dan telur ayam ras yang sempat meningkat pada minggu-minggu sebelumnya pun sepertinya enggan semakin beranjak naik, justru menunjukkan penurunan yang berarti. Cabai merah keriting mulai turun harganya sejak tanggal 28 Desember dari puncaknya yang hampir mencapai Rp60.000/kg rata-rata konsumen nasional menjadi kisaran Rp 54.000/kg.  Khusus di Ibukota Jakarta, Pasar Induk Kramat Jati juga mulai bergeliat, pasokan cabai yang pada minggu sebelumnya berkurang cukup tajam, bahkan hanya setengah dari pasokan normalnya, pada akhir tahun ini pasokan semakin meningkat mendekati pasokan dalam jumlah normal. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya Kementan untuk memperlancar distribusi cabai serta mengadakan operasi pasar cabai di seluruh provinsi berhasil meredam kenaikan harga cabai dan menambah pasokan cabai ke pasar.   

Demikian pula dengan telur ayam, hal yang sangat dikhawatirkan harganya akan semakin meningkat hingga awal Januari 2021 ternyata tidak terjadi. Harga telur eceran terus turun meninggalkan puncaknya dan saat ini berada di kisaran Rp 26.000/kg rata-rata national, padahal minggu lalu sempat menyentuh Rp 28.000/kg. Namun, meskipun turunnya harga telur sangat menggembirakan konsumen, Kementan tetap harus memantau secara ketat penurunan harga telur ini agar nantinya tidak kebablasan dan akhirnya akan merugikan peternak. Kesejahteraan peternak rakyat tetap menjadi prioritas utama bagi Kementan. Upaya yang dilakukan Kementan untuk menjaga agar peternak memperoleh keuntungan adalah dengan selalu memperhatikan keseimbangan supply dan demand telur, sehingga dapat diciptakan kondisi yang ideal yaitu surplus yang tidak terlalu besar ataupun sebaliknya, tidak ada defisit.

Komoditas strategis lainnya seperti bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, dan gula pasir juga stabil tidak ada kenaikan harga yang berarti. Hal ini dikarenakan pasokan yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Minyak goreng meskipun stabil namun masih berada di atas HET yang dikeluarkan pemerintah disebabkan oleh tingginya harga CPO. Berbagai upaya tetap dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga agar harga minyak goreng turun sesuai dengan HET. 

Narasumber: Inti Pertiwi Nashwari (Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI).

Komentar

You must login to comment...