Bikin Heran DPR RI, Markas Judol di Rumah Dinas TNI Tak Terdeteksi
16 jam yang lalu
"Ilustrasi" judi online. (Foto: istockphoto)
Radarsuara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mempertanyakan tidak terdeteksinya aktivitas judi online (judol) yang diduga beroperasi di rumah dinas perwira TNI di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur. Ia meminta pengawasan internal TNI dievaluasi dan seluruh pihak yang terlibat diusut hingga tuntas.
"Saya kira kasus ini perlu menjadi bahan evaluasi pengawasan internal TNI. Bagaimana kegiatan yang menggunakan puluhan komputer bisa berlangsung di lingkungan rumah dinas militer tanpa terdeteksi? Ini perlu dijelaskan dan dibenahi," ujar Sukamta, dikutip Jumat (9/10/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengapresiasi langkah TNI yang telah melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut. Menurut dia, siapa pun yang terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku, baik dari kalangan sipil maupun militer.
Sukamta menegaskan, pengusutan tidak boleh hanya menyasar orang-orang yang menjalankan operasional judi online. Penyidik juga perlu menelusuri pihak yang mengendalikan kegiatan, menyediakan tempat, hingga kemungkinan adanya pihak yang mengetahui atau melindungi aktivitas tersebut.
"Pemeriksaan jangan berhenti pada orang-orang yang menjalankan kegiatan tersebut. Perlu ditelusuri siapa yang mengendalikan, menyediakan tempat, dan apakah ada pihak yang mengetahui atau bahkan melindungi kegiatan itu," tutur Sukamta.
Ia mengingatkan bahwa rumah dinas TNI merupakan fasilitas negara yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Meski demikian, Sukamta meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya keterlibatan anggota TNI sebelum proses pemeriksaan selesai.
Menurut dia, tindakan tegas harus diberikan apabila pemeriksaan menemukan anggota TNI terlibat atau menyalahgunakan kewenangannya. Sukamta juga berharap TNI menangani perkara tersebut secara terbuka dan profesional agar tidak mencoreng nama baik institusi.
"Kami berharap TNI menangani kasus ini secara terbuka dan profesional. Jangan sampai perbuatan orang-orang tertentu mencoreng nama baik institusi TNI yang selama ini dijaga dengan susah payah," kata dia.
Sebelumnya, sebanyak 11 orang diamankan dalam penggerebekan dugaan markas judi online di rumah dinas perwira TNI di KPAD Cijantung. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, 11 orang tersebut diduga berperan sebagai operator dan seluruhnya merupakan warga sipil, terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan.
Dari lokasi, petugas menyita 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk (KTP). Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menyatakan Letkol Amran, perwira yang menempati rumah dinas tersebut, telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023