Berita Daerah

ARM HA-IPB dan WMI Bangun Huntara di Flores NTT

12 jam yang lalu
Foto: ARM HA-IPB dan WMI Bangun Huntara di Flores NTT

Radarsuara.com - Tak terasa 1,5 bulan sudah para penyintas gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertahan hidup. Alhamdulilah pelan-pelan bantuan dari berbagai komponen masyarakat mengalir ke sana. Kehidupan mulai bergerak menyapa mereka kembali.

Namun, ada yang belum berubah. Setidaknya ada 106.000 rumah hunian warga rubuh atau rusak parah akibat gempa, yang memaksa para penyintas tinggal di posko ataupun tenda pengungsian darurat yang minim fasilitas sanitasi. Tak jarang mereka harus berdesakan di pengungsian. Mereka juga harus menghadapi cuaca ekstrem sehingga berpotensi rentan terhadap penyebaran penyakit.

Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) telah membuka komunikasi dengan mitranya, Wahana Muda Indonesia (WMI), mendiskusikan soal hunian sementara di fase menuju pemulihan (recovery) ini. Hasilnya, keduanya sepakat melaksanakan program aksi cepat Pembangunan Hunian Sementara (HUNTARA) bagi warga. Rencananya 17 unit Huntara dibangun dengan rangka kayu.

Konstruksi Huntara berbasis kayu lokal dipilih karena memiliki fleksibilitas tinggi terhadap guncangan gempa, ketersediaan material yang mudah didapat, serta perakitan cepat yang melibatkan Relawan dan partisipasi warga lokal.

ARM HA-IPB berkomitmen mensponsori 4 unit di antaranya. “Pembangunan huntara bertujuan untuk menyediakan tempat huni lebih layak, aman, manusiawi, dan bermartabat bagi penyintas,” ujar Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Ir. Agus Rusli, M.M. Ini merupakan bagian dari mitigasi risiko kesehatan dan psikologis yang dihadapi penyintas akibat tinggal dalam kondisi darurat dan terpapar cuaca. 

Pembangunan Huntara menggunakan prinsip pemberdayaan masyarakat (gotong royong), 
mendorong pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat lokal dengan memanfaatkan material yang tersedia secara lokal, khususnya kayu dan bahan bangunan setempat. Tenaga kerjanya melibatkan partisipasi aktif warga. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi bagian pemulihan berbasis masyarakat yang tidak hanya  berorientasi menyediakan tempat tinggal, melainkan juga memperkuat solidaritas, kemandirian, dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi serta memulihkan diri dari dampak bencana.

Huntara tersebut rencananya dibangun di Dusun Robek, Desa Paralando, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai. Adapun penerima manfaat Huntara diprioritaskan kepada keluarga penyintas gempa bumi dengan kondisi kerentanan sosial dan ekonomi, antara lain keluarga yang dikepalai oleh perempuan/janda, lanjut usia yang hidup sendiri atau bersama keluarga dengan keterbatasan dukungan, serta keluarga rentan lainnya yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hunian secara mandiri. 

“Penetapan penerima manfaat akan dilakukan WMI dan ARM HA-IPB melalui asesmen dan verifikasi di lapangan bersama merintah setempat,” jelas Agus Rusli. 

Pembangunan Huntara kini tengah berlangsung. Para penyintas antusias mengerjakannya. Doakan agar pembangunan dapat segera rampung di bulan Oktober ini. Amin.(*/Adv)

ARM HA-IPB
Bermartabat Menebar Manfaat

 

Komentar

You must login to comment...