Gelombang penolakan MBG meluas.(iStockphoto/Maslan Maslan)
Radarsuara.com - Persoalan siswa yang menolak atau tidak mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Salah satu yang dipertanyakan adalah mekanisme pengiriman porsi makanan ketika tidak semua siswa mengonsumsi MBG.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Charles Honoris menyoroti persoalan tersebut dalam RDP bersama BGN pada Kamis (17/9/2026). Ia mempertanyakan kemungkinan adanya makanan yang tersisa apabila sebagian siswa tidak mengonsumsi MBG.
Charles bahkan memberikan simulasi apabila jumlah siswa yang menolak cukup besar dalam satu sekolah.
“Misalnya, ada satu sekolah 40 persen menolak, 60 persen mengonsumsi, atau bahkan sebaliknya. Lalu seperti apa jumlah yang akan dikirim ke sekolah itu?” ujarnya, dilansir dari TV Parlemen, Selasa, (22/9/2026)
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya pada prinsipnya mengirimkan porsi makanan berdasarkan jumlah siswa di sekolah. Ia menyebut sekolah negeri pada dasarnya harus mengikuti ketentuan tersebut, meski mengakui kondisi di lapangan tidak selalu sama.
”Sampai saat ini Pak Charles, sekolah itu. Kalau sekolah negeri itu harus iya. Iya semua. Manakala tidak, tidak semua,” kata Sudaryono.
Sudaryono kemudian menegaskan bahwa jumlah makanan yang dikirim tidak akan dibedakan berdasarkan siswa yang memilih mengonsumsi atau tidak mengonsumsi MBG.
“Tidak mungkin dalam satu sekolah itu, kemudian ada satu dua yang temannya makan, kemudian dia tidak makan sendiri atau temannya tidak makan, dia makan sendiri,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah juga perlu dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan. Ia mengatakan program tersebut tidak semata-mata didasarkan pada persoalan suka atau tidak suka terhadap makanan yang diberikan.
“Itu saya kita-kita juga kita harus arif dalam pendidikan ini. Bukan hanya suka atau tidak suka,” terangnya.
Pertanyaan Charles mengenai makanan yang tidak dikonsumsi tersebut muncul di tengah adanya siswa yang menolak MBG di sejumlah daerah. Dalam rapat tersebut, mekanisme penentuan jumlah porsi dan persoalan makanan yang tidak dikonsumsi menjadi bagian dari pembahasan antara Komisi IX DPR RI dan BGN.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023