Berita Daerah

IPB Kenalkan Strategi Nutrisi Presisi untuk Tingkatkan Reproduksi Domba di Jonggol

3 jam yang lalu
Foto: IPB Kenalkan Strategi Nutrisi Presisi untuk Tingkatkan Reproduksi Domba di Jonggol

Radarsuara.com - IPB University melalui Program Dosen Pulang Kampung 2026 memberikan pelatihan kepada 25 anggota Kelompok Ternak Sari Berkah di Jonggol, Kabupaten Bogor. Kegiatan bertema “Inovasi Pemuliaan Berbasis Komunitas dan Nutrisi Presisi dalam Mendukung Pembentukan Domba Unggul di Jonggol” ini diketuai oleh Dr. Muhamad Baihaqi dari Fakultas Peternakan IPB University.

Salah satu narasumber, Dr. Dilla Mareistia Fassah dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB University, menyampaikan materi “Strategi Pemberian Pakan untuk Mendukung Keberhasilan Reproduksi Domba Pembibitan.” 

Menurut Dilla, nutrisi merupakan salah satu fondasi utama keberhasilan produksi ternak. Manajemen pakan pada usaha pembibitan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan ternak, tetapi juga meningkatkan keberhasilan perkawinan dan kebuntingan, menjaga kesehatan induk dan pejantan, meningkatkan jumlah anak yang lahir dan hidup, serta menghasilkan anak dengan pertumbuhan yang baik. 

“Kebutuhan nutrien setiap ternak berbeda, antara lain dipengaruhi oleh genetik, bobot badan, umur, jenis kelamin, status fisiologis, dan tingkat produksinya. Karena itu, pemberian pakan perlu disesuaikan dengan kondisi dan fase produksi ternak,” jelas Dilla. 

Salah satu strategi yang diperkenalkan adalah flushing, yaitu pemberian tambahan energi dan protein untuk memperbaiki kondisi tubuh induk sebagai persiapan reproduksi. Strategi tersebut dapat diterapkan menjelang perkawinan untuk mendukung munculnya estrus dan ovulasi serta meningkatkan peluang memperoleh performa reproduksi yang lebih baik. 

Peternak juga diperkenalkan pada penggunaan Body Condition Score (BCS) sebagai cara praktis mengevaluasi status nutrisi domba. Kondisi tubuh yang terlalu kurus maupun terlalu gemuk dapat berdampak negatif terhadap reproduksi. Pada saat perkawinan, materi pelatihan merekomendasikan BCS sekitar 2,5–3,5 pada skala 1–5. 

Strategi pemberian pakan juga perlu berubah selama kebuntingan. Menjelang kelahiran, kebutuhan nutrien meningkat seiring pesatnya pertumbuhan janin. Induk perlu memperoleh hijauan berkualitas serta tambahan konsentrat sebagai sumber energi dan protein secara bertahap. Setelah beranak, kecukupan nutrisi semakin penting untuk mendukung produksi kolostrum dan susu serta pertumbuhan anak. 

Ketua kegiatan, Dr. Muhamad Baihaqi, mengatakan bahwa pengembangan domba unggul perlu mengintegrasikan perbaikan genetik dengan manajemen nutrisi.

“Seleksi dapat menghasilkan calon induk dan pejantan dengan potensi genetik yang baik, tetapi potensi tersebut harus didukung nutrisi yang tepat. Karena itu, melalui kegiatan ini kami mendorong peternak mengintegrasikan pemuliaan berbasis komunitas dengan pengelolaan pakan yang lebih presisi,” ujar Baihaqi.

Melalui Program Dosen Pulang Kampung IPB 2026, Kelompok Ternak Sari Berkah diharapkan mampu menerapkan pembibitan domba secara lebih terencana, mulai dari seleksi ternak hingga pemberian pakan sesuai fase reproduksi, sehingga dapat mendukung terbentuknya populasi domba unggul yang produktif dan berkelanjutan di Jonggol.(*/Adv) 

 

Komentar

You must login to comment...