Nasional

Jepang Diguncang Gempa, Sejumlah Warga Terluka

6 jam yang lalu
Jepang Timur diguncang gempa. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Jepang timur, termasuk Tokyo, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Gempa tersebut menyebabkan gangguan layanan transportasi dan sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Gempa terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat dengan pusat gempa berada di bagian selatan Prefektur Ibaraki pada kedalaman 68 kilometer. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memastikan gempa tersebut tidak memicu tsunami, dikutip dari Kyodo, Senin, 24 Agustus 2026.

Guncangan mencapai intensitas 5 lemah dalam skala seismik Jepang yang memiliki tingkat maksimum 7 di sejumlah wilayah Prefektur Ibaraki dan Tokyo bagian tengah. Intensitas serupa juga tercatat di beberapa wilayah Prefektur Saitama dan Chiba.

Sejumlah layanan kereta mengalami penundaan pada awal operasional setelah gempa. Gangguan tersebut dilaporkan oleh JR East dan sejumlah operator transportasi lainnya.

Gempa juga menyebabkan sejumlah orang terluka. Dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan korban di antaranya seorang pria muda dan perempuan berusia sekitar 70 tahun di Saitama, wilayah sebelah utara Tokyo. Tiga orang lainnya dilaporkan terluka di Kawasaki, tepat di sebelah selatan Tokyo.

Di Distrik Koto, Tokyo, sebuah pipa saluran air utama dilaporkan pecah. Pemerintah Metropolitan Tokyo masih menyelidiki apakah kerusakan tersebut berkaitan langsung dengan gempa.

Di Tokyo, intensitas 5 lemah tercatat di Distrik Adachi, sementara sejumlah wilayah lain di ibu kota merasakan guncangan dengan intensitas lebih rendah. Gempa tersebut juga terasa di wilayah yang cukup luas, termasuk bagian timur laut dan tengah Jepang.

Operator pembangkit listrik tenaga nuklir melaporkan tidak menemukan adanya kelainan di sejumlah fasilitas nuklir yang berada di wilayah terdampak. Pemeriksaan dilakukan di PLTN Tokai No. 2 di Prefektur Ibaraki, serta PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini di wilayah timur laut Jepang.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan melalui media sosial bahwa dirinya telah menginstruksikan para pejabat untuk memastikan sejauh mana kerusakan akibat gempa. Pemerintah juga diminta menyampaikan informasi secara tepat waktu kepada masyarakat.

JMA mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa dengan intensitas 5 lemah dalam sepekan ke depan, terutama selama dua hingga tiga hari setelah gempa utama.

JMA juga mengeluarkan peringatan dini gempa segera setelah guncangan terjadi.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...