Nasional

Imbas Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Singapura Persingkat Salat Jum'at

6 jam yang lalu
Singapura persingkat khutbah shalat Jum'at imbas kabut asap Kalimantan. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) memutuskan mempersingkat durasi khutbah Salat Jumat mulai pekan ini. Kebijakan tersebut diambil di tengah cuaca panas dan kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

MUIS menyatakan pemangkasan durasi khutbah dilakukan untuk menjaga kenyamanan jemaah Muslim saat menjalankan ibadah di tengah kondisi cuaca yang menantang.

"Mulai pekan ini, sesi khutbah Jumat akan dipersingkat untuk membantu menjaga kenyamanan jemaah selama kondisi cuaca yang menantang ini," demikian pernyataan MUIS, seperti dikutip dari The Star, Senin 24 Agustus 2026.

Dalam kebijakan tersebut, materi khutbah Salat Jumat untuk beberapa waktu ke depan akan dipangkas menjadi kurang dari empat halaman. Biasanya, khutbah Jumat di Singapura terdiri dari enam hingga tujuh halaman.

"Semoga langkah ini akan memudahkan para jemaah untuk berkumpul, beribadah, dan tetap merasa nyaman dalam kondisi cuaca yang menantang ini," demikian pernyataan MUIS.

Khutbah Salat Jumat di Singapura disusun Kantor Mufti MUIS di bawah bimbingan mufti. Mufti merupakan otoritas Islam tertinggi di Singapura yang bertugas mengawasi fatwa-fatwa keagamaan penting bagi umat Muslim di negara tersebut.

Salat Jumat dilaksanakan pada waktu Salat Zuhur. Selama Agustus, waktu pelaksanaan Salat Jumat di Singapura berlangsung setelah pukul 13.00 waktu setempat.

Selain kabut asap, kondisi cuaca panas turut menjadi pertimbangan MUIS. Suhu maksimum harian di Singapura pada paruh kedua Agustus 2026 diperkirakan mencapai 33-34 derajat Celsius.

Singapura merupakan salah satu negara yang rentan terdampak kabut asap akibat karhutla di Indonesia, selain Malaysia. Titik-titik panas dengan kepulan asap telah terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah serta berbagai wilayah Kalimantan.

Kabut asap dari karhutla Indonesia berpotensi menyelimuti Singapura apabila kebakaran semakin memburuk. Dampaknya juga telah dirasakan di sejumlah wilayah Malaysia, dengan tujuh wilayah mencatat tingkat polusi udara yang nyaris masuk kategori amat parah pada Minggu (23/8/2026) pagi.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...