Pemkot Bekasi siapkan PORPROV XV Jabar. (Foto: Istimewa)
Radarsuara.com - Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan lebih dari Rp500 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026.
Bekasi menjadi tuan rumah utama ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober hingga 19 November 2026.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, anggaran tersebut antara lain digunakan untuk rehabilitasi venue dan berbagai kebutuhan penyelenggaraan PORPROV.
Namun, ia menilai kesiapan infrastruktur saja tidak cukup. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat mengetahui dan ikut menyambut pelaksanaan PORPROV.
“Jangan sampai kita sudah menyiapkan venue dengan anggaran yang besar, tetapi auranya di masyarakat belum terasa. PORPROV ini harus menjadi milik seluruh masyarakat Kota Bekasi,” kata Tri dalam rapat koordinasi evaluasi dan kesiapan PORPROV XV Jabar 2026.
Tri meminta sosialisasi tidak hanya dilakukan panitia besar dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi.
Menurut dia, camat, lurah hingga pengurus RT dan RW harus ikut menggaungkan PORPROV di wilayah masing-masing.
Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 juga diminta dimanfaatkan untuk memperkenalkan PORPROV kepada masyarakat.
Camat dan lurah diminta mendorong pemasangan atribut PORPROV dalam berbagai kegiatan dan perlombaan 17 Agustus di tingkat RT dan RW.
Materi promosi tersebut akan menampilkan maskot resmi PORPROV XV Jabar serta tagline “ENERGI PATRIOT NYALAKAN KERENMU!”.
“Momentum 17 Agustus harus kita manfaatkan. Setiap kegiatan di tingkat RT dan RW bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan PORPROV. Kita ingin masyarakat tahu bahwa Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah utama,” ujarnya.
Selain promosi, Pemkot Bekasi juga mengecek kesiapan lingkungan di sekitar venue. Kebersihan, kondisi saluran air, rumput liar dan kerapian jalan menuju lokasi pertandingan menjadi perhatian.
Sejumlah jalur yang akan ditata antara lain akses menuju Bakti Sports Center, Duren Jaya, BSI Bekasi Timur, Multiguna, Jatisampurna hingga jalur Narogong-Bantargebang.
Pembersihan eceng gondok dan saluran air juga dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Bekasi Utara, Medansatria, Rawalumbu dan Bantargebang.
“Venue harus siap, tetapi perjalanan menuju venue juga harus memberikan kesan yang baik. Kebersihan, kerapihan, keamanan dan kenyamanan harus kita pastikan bersama,” kata Tri.
Pemkot Bekasi juga menyiapkan skema pengamanan dan parkir untuk mengantisipasi kepadatan selama pertandingan. Pemerintah kewilayahan diminta berkoordinasi lintas sektor untuk menentukan titik parkir resmi dan menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar venue.
PORPROV XV Jabar 2026 akan mempertandingkan 47 disiplin olahraga dengan 48 venue. Sebanyak 27 venue berada di Kota Bekasi, sementara 21 venue lainnya berada di luar Kota Bekasi.
Ajang tersebut diperkirakan diikuti sekitar 8.500 atlet dan official dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Rangkaian pertandingan dimulai dengan cabang futsal pada 28 Oktober. Opening ceremony dijadwalkan berlangsung pada 7 November, sedangkan closing ceremony digelar pada 19 November 2026.
Command Center PORPROV akan ditempatkan di Gate 6 Stadion Patriot Candrabhaga.
Dari sisi promosi, Panitia Besar PORPROV XV Jabar mencatat publikasi melalui Instagram telah menjangkau lebih dari 741.000 akun. Sementara konten di TikTok telah memperoleh lebih dari 233.000 views.
Publikasi melalui media cetak dan online juga menghasilkan sekitar 247 artikel pemberitaan dengan sentimen mayoritas positif.
Promosi selanjutnya akan dilakukan melalui Roadshow Mall-to-Mall, Goes to School, sosialisasi di arena Car Free Day hingga pemanfaatan videotron di ruang publik.
Tri juga meminta videotron milik pemerintah dan swasta di jalan protokol, termasuk Jalan Jenderal Ahmad Yani, ikut menayangkan materi promosi PORPROV.
“Semua media yang kita punya harus bergerak. Videotron, media sosial, spanduk, sampai kegiatan masyarakat harus menjadi bagian dari promosi PORPROV,” ujarnya.
Pemkot Bekasi juga menyiapkan strategi sportconomy dengan melibatkan hotel, pusat perbelanjaan, tempat usaha dan pusat keramaian. Sektor usaha diharapkan memasang atribut PORPROV untuk menyambut atlet, official dan masyarakat yang datang selama kompetisi berlangsung.
Sebanyak 1.020 RW di Kota Bekasi akan dilibatkan dalam gerakan sosialisasi, termasuk melalui pembagian selendang dan merchandise PORPROV.
Tri mengatakan penyelenggaraan PORPROV menjadi kesempatan bagi Kota Bekasi untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kesempatan menjadi tuan rumah seperti ini tidak datang setiap tahun. Ini momentum besar bagi Kota Bekasi. Maka seluruh perangkat daerah, camat, lurah, sampai RT dan RW harus mengambil bagian,” katanya.
Editor: jaelani
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023