Pertanian dan Peternakan

Wamentan Sudaryono Dorong Koperasi Jadi Penopang Kesejahteraan Petani Tebu

14 jam yang lalu
Wamentan Sudaryono Dorong Koperasi Jadi Penopang Kesejahteraan Petani Tebu (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mendorong penguatan tata kelola koperasi sebagai penopang kesejahteraan petani tebu. Menurut Wamentan Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, Melalui koperasi tidak hanya mempermudah akses pembiayaan bagi petani, tetapi juga memberikan kepastian penyerapan hasil panen, memperkuat posisi tawar, serta menjadi penggerak peningkatan produksi gula nasional menuju swasembada yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut Wamentan Sudaryono saat menghadiri Sosialisasi Dana Bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk Koperasi bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Hotel Novotel Semarang, Selasa (14/7). 

Dalam kesempatan itu, Wamentan Sudaryono mengatakan koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem usaha pertanian. Menurutnya, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong agar aktivitas bisnis petani dikelola melalui kelembagaan koperasi sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi para anggotanya.

“Saat ini kita fokus bagaimana produktivitasnya tinggi, petaninya Sejahtera. Kemudian jalur bisnisnya bisa dikelola melalui koperasi. Sehingga barang dari desa sampai ke kota maupun sebaliknya bisa berjalan lebih baik,” ungkap Wamentan Sudaryono

Ia menjelaskan penguatan koperasi akan menciptakan kepastian pasar bagi petani karena hasil panen dapat terserap dengan lebih baik. Di sisi lain, koperasi juga membuka akses pembiayaan, memperkuat posisi tawar petani, dan membuat rantai usaha menjadi lebih efisien sehingga kesejahteraan petani terus meningkat.

Wamentan Sudaryono menambahkan, peningkatan kesejahteraan petani tebu juga dilakukan melalui upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan rendemen gula. Menurutnya, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada gula konsumsi tidak lepas dari perbaikan produktivitas yang terus dilakukan pemerintah bersama petani.

"Produktivitas per hektar dan rendemen terus kita tingkatkan. Kalau produktivitas naik dan rendemen tinggi, produksi gula bertambah sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien. Harapannya harga gula ke depan semakin kompetitif tanpa mengurangi kesejahteraan petani," ujarnya.

Wamentan Sudaryono menjelaskan, Indonesia saat ini sudah swasembada gula konsumsi. Namun perlu ada peningkatan produksi tebu dengan intensifikasi untuk memenuhi kebutuhan gula rafinasi dan gula industri termasuk untuk kebutuhan biofuel atau bioethanol. Selain tebu, bioethanol juga dihasilkan dari jagung dan singkong. 

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan penguatan koperasi petani tebu dilakukan tidak hanya melalui pembiayaan dari LPDB, tetapi juga melalui pendampingan dan penguatan tata kelola agar koperasi semakin profesional.

"Hari ini menjadi bagian dari penguatan dan transformasi koperasi petani tebu agar tata kelolanya semakin baik. LPDB tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan dan bimbingan teknis sehingga koperasi mampu meningkatkan produksi dan skala usahanya," kata Ferry.

Ia menjelaskan hasil panen petani yang dihimpun melalui koperasi akan diserap oleh pabrik gula untuk diolah menjadi gula konsumsi. Selanjutnya, produk tersebut akan dipasarkan, termasuk melalui jaringan koperasi desa, sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan petani memperoleh kepastian pasar.

Ferry menambahkan Kementerian Koperasi akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian dalam membangun kelembagaan ekonomi petani yang modern, profesional, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, koperasi diharapkan semakin mampu menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*/Adv)

 

Komentar

You must login to comment...