Nasional

Harga Sawit Petani Berpeluang Naik Lewat Program B50

11 jam yang lalu
Ilustrasi kebun sawit. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai implementasi program biodiesel B50 berpotensi meningkatkan harga minyak sawit mentah (CPO) dan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Namun, dampak positif tersebut dinilai akan lebih optimal jika pemerintah tidak kembali menaikkan pungutan ekspor (PE) CPO untuk mendukung program biodiesel.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan peningkatan penggunaan CPO untuk kebutuhan domestik melalui program B50 akan mengurangi volume ekspor. Kondisi tersebut berpotensi memperketat pasokan minyak nabati di pasar global dan mendorong kenaikan harga, termasuk minyak sawit.

“Kalau implementasi B50 menyebabkan ekspor berkurang, yang terjadi justru kenaikan harga minyak nabati dunia termasuk minyak sawit apabila suplai minyak nabati lain stagnan atau berkurang. Ini justru akan meningkatkan harga CPO dalam negeri, ujung-ujungnya harga TBS petani juga akan naik,” ujar Eddy.

Pernyataan tersebut menanggapi kekhawatiran Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) yang sebelumnya menilai implementasi B50 dapat menekan harga TBS petani. Kekhawatiran itu muncul setelah pemerintah menaikkan tarif pungutan ekspor CPO menjadi 12,5 persen.

SPKS memperkirakan program B50 dapat menghasilkan manfaat ekonomi hingga Rp24,68 triliun. Namun di sisi lain, kenaikan pungutan ekspor disebut telah menekan harga TBS hingga Rp833 per kilogram. Kondisi tersebut diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani sawit nasional sekitar Rp499 miliar hingga Rp500 miliar setiap bulan.

Menurut Eddy, berkurangnya pasokan minyak sawit di pasar internasional di tengah tingginya permintaan akan memberikan sentimen positif terhadap harga minyak nabati dunia. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada harga CPO Indonesia, tetapi juga dapat meningkatkan harga TBS yang diterima petani.

Implementasi B50 sendiri diperkirakan akan mengalihkan sekitar 13 juta hingga 20 juta ton CPO dari pasar ekspor ke pasar domestik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Dengan berkurangnya pasokan ekspor tersebut, harga minyak sawit global berpotensi menguat sehingga memberikan nilai tambah bagi industri sawit nasional dan petani.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...