Polbangtan Bogor Dorong Smart Farming melalui Seminar Nasional Dies Natalis Ke-8
Radarsuara.com - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-8 dengan tema “Smart Farming sebagai Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan”, Rabu (24/6).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemerhati pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar nasional ini menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi teknologi pertanian yang mendukung percepatan pembangunan pertanian modern menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Pertanian Indonesia harus bergerak menuju pertanian modern yang berbasis teknologi, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas. Generasi muda pertanian harus menjadi pelaku utama dalam transformasi ini agar target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan,” ujar Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi smart farming tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia pertanian.
“Penerapan smart farming tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan inovatif. Perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan pertanian modern,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, penelitian, dan usaha dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
“Perguruan tinggi vokasi harus mampu menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi pertanian terapan. Melalui kegiatan seminar nasional ini, hasil-hasil penelitian dapat didiseminasikan dan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan sektor pertanian,” ujarnya.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan bahwa Dies Natalis ke-8 menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian.
“Tema smart farming yang kami angkat merupakan bentuk komitmen Polbangtan Bogor dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Melalui kolaborasi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi, kami berharap lahir berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan pertanian masa depan,” kata Yoyon.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan dari sejumlah narasumber nasional, yakni Prof. Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si., drh. Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet., serta Dr. Ir. Andri Prima Nugroho, S.TP., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. Ketiganya membahas berbagai aspek penerapan smart farming, mulai dari penguatan kelembagaan petani, kesehatan hewan, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengembangan pertanian presisi yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Selain seminar nasional, kegiatan ini juga menjadi wadah diseminasi hasil penelitian melalui presentasi oral yang terbagi dalam lima bidang kajian, yaitu Agroekoteknologi, Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Teknik Pertanian dan Biosistem, serta Penyuluhan Pertanian dan Komunikasi Pembangunan.
Puluhan makalah dipresentasikan dalam sejumlah ruang paralel yang membahas berbagai inovasi dan hasil riset terkini di bidang pertanian. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi penelitian guna mendukung pengembangan pertanian modern, meningkatkan daya saing sumber daya manusia pertanian, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Selain menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, seminar nasional ini juga menghasilkan sejumlah temuan dan rekomendasi penting dari berbagai bidang kajian. Pada bidang Agroekoteknologi, para pemakalah menyoroti pentingnya penerapan teknologi digital dan pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya pertanian.
Berbagai penelitian membahas konservasi lahan, pengendalian hama berbasis digital, pemanfaatan Azolla sebagai sumber energi hijau, efektivitas program pompanisasi, pengelolaan kualitas air irigasi, hingga implementasi smart farming untuk mendukung swasembada pangan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, Internet of Things (IoT), serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Pada bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, penelitian yang dipresentasikan menekankan pentingnya integrasi usaha ternak dan pertanian. Pemanfaatan daun kelor sebagai aditif pakan terbukti berpotensi meningkatkan performa ternak, sementara limbah peternakan yang diolah menjadi pupuk bokashi dapat mendukung sistem pertanian terpadu.
Kajian mengenai deteksi penyakit hewan menggunakan metode molekuler dan pengelolaan hijauan pakan juga menunjukkan pentingnya penerapan teknologi serta penguatan manajemen kesehatan hewan untuk mendukung produktivitas peternakan yang berkelanjutan.
Di bidang Teknik Pertanian dan Biosistem, berbagai inovasi teknologi pertanian modern menjadi perhatian utama. Penelitian mengenai penggunaan drone multispektral, sistem Internet of Things (IoT), blockchain, sistem Enterprise Resource Planning (ERP), hingga mekanisasi pertanian menunjukkan besarnya potensi digitalisasi dan otomasi dalam meningkatkan efisiensi produksi.
Selain itu, pengembangan sistem monitoring tanaman, pengelolaan pascapanen, pengeringan gabah, dan mekanisasi pengolahan lahan menjadi bukti bahwa teknologi presisi semakin penting dalam mendukung pertanian modern.
Sementara itu, bidang Penyuluhan Pertanian dan Komunikasi Pembangunan menghasilkan berbagai temuan terkait pemberdayaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Kajian yang dipresentasikan mencakup efektivitas bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan kelompok wanita tani, pemanfaatan limbah ternak, pengembangan produk olahan pangan, peningkatan kompetensi digital penyuluh, serta partisipasi generasi muda dalam usaha pertanian.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi pertanian sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan, penyuluhan, dan pemberdayaan masyarakat.
Secara umum, seluruh bidang kajian menegaskan bahwa penguatan inovasi, digitalisasi, mekanisasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan, pendidikan, dan implementasi teknologi pertanian di lapangan. (Adv/*)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023