Nasional

Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza

7 jam yang lalu
Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid kecam Israel usai tahan jurnalis Indonesia. (Foto: Instagram @meutya_hafid)

Radarsuara.com - Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza. Dalam rombongan tersebut terdapat tiga jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid menyatakan keprihatinannya atas keselamatan para jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi tersebut. Ketiga jurnalis itu adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ungkap Meutya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurut Meutya, kehadiran jurnalis di wilayah konflik memiliki peran penting untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada publik internasional. Karena itu, kerja jurnalistik harus dihormati serta mendapatkan perlindungan, terutama di tengah situasi krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan dilaporkan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia masih belum dapat dihubungi dan kondisi awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.

Meutya menegaskan pihaknya mendukung langkah diplomatik yang dilakukan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang berada dalam rombongan tersebut. “Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” imbuh Meutya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut di tengah meningkatnya eskalasi konflik.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkas Meutya.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...