Nasional

Prabowo Sampaikan Terima Kasih untuk Petani dan nelayan, Sebut Penopang Kehidupan Bangsa

2 jam yang lalu
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: presidenri.go.id)

Radarsuara.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi syarat utama bagi keberlangsungan sebuah negara. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa sistem pangan yang aman dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor pangan memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas nasional.

“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” ujar Presiden, dikutip dari situs resmi presidenri.go.id pada Senin, 18 Mei 2026.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung penyedia kebutuhan pangan nasional. Kepala Negara mengaku semakin memahami pentingnya peran mereka setelah terlibat dalam organisasi tani.

“Jadi itulah sejarah, bagaimana saya makin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut membagikan pengalamannya ketika masih menjadi komandan pasukan tempur. Ia menilai ketersediaan pangan berkaitan langsung dengan kekuatan pertahanan negara karena operasi militer sangat bergantung pada pasokan logistik.

“Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan, saudara-saudara, kalau nggak ada beras. Kalau nggak ada beras, tentara itu juga susah dia beroperasi,” ucap Presiden.

Presiden juga mengenang dukungan masyarakat desa kepada para prajurit pada masa perjuangan dan latihan militer. Menurutnya, rakyat kecil menjadi kekuatan utama bangsa melalui bantuan makanan sederhana yang diberikan dengan penuh ketulusan.

“Kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar. Memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Walaupun mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang, pisang dikasih. Mereka punya ubi, ubi dikasih. Mereka punya tiwul, tiwul dikasih,” kenang Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa swasembada pangan dan penguatan ketahanan nasional hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh elemen bangsa. Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sektor pertanian dan pangan nasional.

“Setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini. Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat,” kata Presiden.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...