Berita Daerah

Langkah Besar Bekasi: Terapkan Zero Runoff, Gandeng Pemuda Wujudkan Kota Bebas Banjir

6 jam yang lalu
Walikota Bekasi Tri Adhianto

Radarsuara.com - KOTA BEKASI — Menjawab tantangan banjir yang kerap melanda wilayahnya, Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah inovatif dan strategis dengan menggandeng Aliansi Pemuda Cerdas Inovatif yang menaungi akun @inspecto_id dan @reservoair. Kolaborasi ini dibuktikan lewat diskusi strategis bertajuk penanganan banjir berbasis konsep Zero Runoff serta pemanfaatan platform digital bernama “SERAP”, yang digelar di Aula Nonon Sonthanie, Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (12/5/26).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memimpin langsung pertemuan tersebut. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak lagi bisa hanya mengandalkan perbaikan atau normalisasi saluran air semata. Diperlukan pendekatan menyeluruh, berbasis inovasi, serta melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Konsep Zero Runoff yang menjadi fokus utama dalam pertemuan ini, menitikberatkan pada prinsip mengelola air hujan langsung dari sumbernya. Artinya, air hujan tidak dibiarkan mengalir sepenuhnya masuk ke saluran drainase kota, melainkan diserap atau ditampung di lokasi jatuhnya air tersebut. Penerapannya dilakukan lewat pembangunan fasilitas seperti sumur resapan, kolam retensi, lubang biopori, hingga taman resapan air, baik di kawasan permukiman warga maupun di lingkungan bangunan komersial.

“Permasalahan banjir adalah tanggung jawab bersama, dan harus diselesaikan dengan langkah nyata serta pemikiran yang maju. Konsep Zero Runoff adalah solusi jangka panjang. Dengan cara ini, air hujan masuk kembali ke dalam tanah, mengisi cadangan air tanah, dan tidak membebani sistem drainase kota yang kapasitasnya terbatas,” ujar Tri Adhianto di hadapan para peserta diskusi.

Sebagai pendukung penerapan konsep tersebut, Pemerintah Kota Bekasi bersama mitra pemuda juga menyiapkan platform digital bernama “SERAP”. Aplikasi ini berfungsi sebagai sarana pantau, kendali, dan kolaborasi, guna memastikan penerapan sistem pengelolaan air berjalan terukur, baik di lingkungan warga maupun di kawasan pembangunan baru. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat menjembatani peran pemerintah, masyarakat, pengembang properti, hingga pelaku usaha dalam menjaga kelestarian air dan lingkungan.

Tri Adhianto juga menyampaikan ambisi besar Kota Bekasi untuk menjadi daerah percontohan nasional dalam penanganan banjir berbasis inovasi lingkungan. Ia percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan mewujudkan kota yang bebas dari ancaman banjir.

“Kami ingin Bekasi menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia: bahwa persoalan banjir bukanlah nasib yang harus diterima, melainkan tantangan yang bisa diselesaikan lewat kerja sama, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Segala sesuatu akan berhasil jika dilakukan bersama-sama,” tambahnya.

Langkah ini bukan sekadar inisiatif, melainkan juga didasari payung hukum yang kuat, yaitu Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2020 tentang Sistem Drainase. Dalam peraturan tersebut, setiap pemilik lahan atau bangunan memiliki kewajiban untuk mengelola air hujan di wilayahnya masing-masing, sehingga beban pengelolaan air tidak bertumpu hanya pada pemerintah daerah.

Melalui kolaborasi strategis ini, Pemkot Bekasi menargetkan penanganan banjir menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Harapannya, langkah ini mampu memberikan dampak nyata berupa berkurangnya risiko banjir, serta terciptanya lingkungan kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Bekasi.

Editor: Jael

Komentar

You must login to comment...