Pertanian dan Peternakan

Dukung Program Prioritas, Kementan Tingkatkan Peran Penyuluh Pertanian Dalam Bantuan Pemerintah

Friday, 27 March 2026 20:46 WIB
Dukung Program Prioritas, Kementan Tingkatkan Peran Penyuluh Pertanian Dalam Bantuan Pemerintah (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menggelar kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 10, Jumat (27/03/2026).

Mengusung tema “Sosialisasi Bantuan Pemerintah Pada Program Prioritas Kementerian Pertanian”, kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan informatif. Acara disiarkan langsung melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, serta diikuti oleh penyuluh dan petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Tema yang dibawakan pada program MSPP kali ini sangat penting, mengenai bantuan pemerintah dapat tersampaikan dengan jelas, seperti peningkatan produksi pangan, pengembangan pertanian modern, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Dengan adanya bantuan dan sosialisasi yang baik, diharapkan para petani tidak hanya mengetahui adanya bantuan, tetapi juga mampu mengakses dan menggunakannya dengan baik. 

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa prioritas utama seluruh jajaran adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini bantuan pemerintah diarahkan untuk mendukung peningkatan luas tanam dan indeks pertanaman dan meningkatkan produktivitas melalui Alsintan (alat dan mesin pertanian), Pompanisasi dan irigasi serta benih unggul dan sarana produksi, ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, juga menekankan bahwa penyuluh pertanian memegang peran vital dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Idha menegaskan pentingnya penyamaan komitmen dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian. Penyuluh sebagai ujung tombak pengawasan bantuan bertugas sebagai memvalidasi CPCL, mendampingi pemanfaatan bantuan, memastikan bantuan dimanfaatkan optimal dan melaporkan realisasi di lapangan, ungkap Idha.

Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Eko Nugroho menyampaikan bahwa tema yang diusung kali ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2026, yaitu tentang “Pedoman Umum Pengelolaan Bantuan Pemerintah Lingkup Kementerian Pertanian”. 

Peraturan tersebut bertujuan untuk mengatur mekanisme penyaluran bantuan secara lebih terarah, transparan, dan akuntabel guna mendukung pencapaian program prioritas pembangunan pertanian nasional. Hal tersebut sangat penting untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, tepat waktu dan tepat guna. 

“Ini sangat penting, jangan sampai bantuan yang kita serahkan, tidak tepat saat diterima oleh para petani. Hal ini sering terjadi antara bantuan dengan lahan tidak cocok, untuk itu sejak pengusulan Calon Petani dan Calon Lahan/Lokasi (CPCL) harus disesuaikan apa yang dibutuhkan oleh para petani, saat bantuan turun dapat langsung digunakan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi dan jagung”, ujar Eko. 

Kegiatan sosialisasi ini memuat informasi terkait jenis-jenis bantuan yang disediakan, seperti benih unggul, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta dukungan pelatihan dan pendampingan teknis. Selain itu, dijelaskan pula mekanisme pengajuan bantuan, persyaratan penerima, serta tata cara pemanfaatan bantuan secara efektif dan tepat guna.

Selaku narasumber, Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Program dan Anggaran Pembangunan Pertanian, Galih Prabowo menjelaskan bahwa tantangan pembangunan pertanian domestik mencakup tujuh elemen, diantaranya perubahan iklim ekstrim, konflik geopolitik, kualitas SDM masih rendah, petani didominasi umur tua, jumlah penyuluh terbatas, negara kepualaun, dan alih fungsi lahan pertanian. 

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para petani dapat memahami secara menyeluruh terkait program prioritas yang ada, serta mampu memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” ujar Galih Prabowo.

Galih Prabowo juga menekankan pentingnya peran aktif kelompok tani serta koordinasi dengan instansi terkait agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan transparan dan tepat sasaran. Selain itu, Kapoksi Galih juga menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan instansi terkait sangat diperlukan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Disamping itu, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran aktif petani, kelompok tani, serta dukungan dari berbagai pihak terkait. Kolaborasi yang baik antara semua pihak menjadi kunci dalam memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata di lapangan. 

Melalui MSPP, diharapkan sektor pertanian semakin berkembang, memiliki daya saing yang tinggi, serta mampu mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Sehingga seluruh program prioritas Kementerian Pertanian dapat terlaksana dengan baik dan mampu memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. (FV) (*/Adv) 

 

Komentar

You must login to comment...

RadarSuara Logo

Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023