Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Percepatan Program CSR
Friday, 27 March 2026 11:34 WIB
Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Percepatan Program CSR (Foto: Dok. Kementan)
Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Penyuluhan Pertanian terus mendorong percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) sebagai langkah strategis dalam mencapai swasembada pangan nasional. Dalam Apel Pagi yang dilaksanakan Kamis (26/03/2026).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi langkah krusial dalam meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam hal tersebut, seluruh jajaran, khususnya penyuluh, didorong untuk aktif mengawal pelaksanaan program strategis seperti cetak sawah rakyat (CSR) agar dapat terealisasi secara optimal di lapangan.
Sejalan dengan semangat tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa integrasi penyuluh memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mengawal berbagai program pertanian. Ia menekankan bahwa keberhasilan program CSR sangat ditentukan oleh sinergi, koordinasi, serta ketepatan pelaksanaan di lapangan.
Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa saat ini terdapat 19 provinsi yang mendapatkan alokasi program cetak sawah. Namun, realisasi olah lahan dan tanam masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Hingga bulan Maret, capaian tanam harian masih jauh dari target yang diharapkan. Secara kumulatif, realisasi tanam sejak Oktober hingga Maret baru mencapai sekitar 11 ribu hektare dari total target 225 ribu hektare.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah menginstruksikan pelaksanaan gerakan tanam serentak yang akan dimulai pada awal April 2026 dengan target penanaman seluas 10 ribu hektare di 19 provinsi.
Dalam pelaksanaannya, seluruh lahan CSR diharapkan dapat dikelola melalui pembentukan brigade pangan guna mempercepat distribusi tenaga kerja dan optimalisasi proses tanam di lapangan. Selain itu pemanfaatan teknologi seperti drone juga menjadi solusi percepatan tanam, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan tenaga kerja oleh karena itu, penyuluh didorong untuk tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi tersebut secara optimal," ujar Eko.
Dalam Apel Pagi ini juga disampaikan bahwa untuk mendukung pengawalan program CSR, dan pemanfaatan Kelompencapir Digital diarahkan untuk memperkuat pelaporan dan penyebaran informasi di lapangan. Namun, masih ditemukan kendala berupa belum optimalnya penyampaian laporan oleh sebagian penyuluh. Oleh karena itu, seluruh penyuluh dihimbau untuk memperbarui data secara akurat dan memastikan laporan disampaikan tepat waktu guna menghindari terjadinya anomali data yang dapat mempengaruhi evaluasi kinerja.
Dengan kerja sama, kedisiplinan, serta penguatan peran penyuluh di lapangan, diharapkan seluruh target percepatan tanam dan program cetak sawah dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (PT) (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023