Ekonomi Bisnis

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Terpusat Program Studi Sekolah Vokasi  IPB University Tahun 2025, Agro-Sosioentrepreneur untuk Ketahanan Pangan Keluarga melalui Optimalisasi Produk Pekarangan di Desa Mulyaharja Bogor yang Berkelanjutan

Tuesday, 09 December 2025 11:23 WIB
Foto: Kegiatan Pengabdian Masyarakat Terpusat Program Studi Sekolah Vokasi  IPB University Tahun 2025, Agro-Sosioentrepreneur untuk Ketahanan Pangan Keluarga melalui Optimalisasi Produk Pekarangan di Desa Mulyaharja Bogor yang Berkelanjutan

Radarsuara.com - Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terpusat dan terpadu oleh Sekolah Vokasi IPB University pada tahun 2025, Program Studi Manajemen Agribisnis menyelenggarakan program unggulan yang berlokasi di RW 01 Kelurahan Mulyaharja dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas.

Kegiatan ini mengusung tema besar mengenai sosio­entrepreneur sebagai landasan ketahanan pangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan forum diskusi kelompok (FGD) untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan terkait ketahanan pangan, yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan mengenai teknik pemeliharaan tanaman cabai.

Penanggung jawab kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB) di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Wien Kuntari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang mencakup FGD serta berbagai pelatihan yang dirancang untuk memperkuat jiwa kewirausahaan dalam upaya membangun ketahanan pangan keluarga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 30 November 2025 dan diikuti oleh masyarakat RW 01 Kelurahan Mulyaharja. Peserta merupakan rumah tangga yang sejak awal telah berkomitmen mengikuti program, yang dimulai dengan kegiatan budidaya tanaman cabai.

Peserta merupakan rumah tangga yang dari awal sudah berkomitmen untuk melakukan kegiatan yang diawali dengan pemeliharaan tanaman cabai.  Pelatihan ini dihadiri oleh PPL Kelurahan Mulyaharja Bapak Agus Faisal serta ketua KWT Ciharashas yaitu Ibu Umiyati, di Saung KWT Ciharashas. “Kami merasa sangat beruntung dengan kegiatan  yang diadakan oleh tim dosen dari MAB IPB ini. Semoga setelah mengikuti kegiatatan pelatihan ini, warga RW 01 bisa lebih kreatif dalam mengolah produk berbahan lokal yang bahkan ditanam di pekarangan, serta dapat memasarkan produknya dengan lebih baik,” kata Bu Umyati

Lebih lanjut dalam sambutannya penanggung jawab kegiatan pengabdian program studi MAB, berharap pendekatan ini dapat mendorong masyarakat untuk mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan, mengembangkan usaha pangan berbasis komunitas, serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.  Kegiatan pelatihan ini diberikan agar peserta memiliki kreatifitas motivasi dan keterampilan dalam mengembangkan produk pangan, melalui pemanfaatan hasil lahan pekarangan sehingga memiliki produk sebagai pemenuhan kebutuhan dapur keluarga, yang pada akhirnya akan bisa memberikan hasil sampingan yang bisa dijual dan memberikan tambahan pendapatan. 

Pelatihan pembuatan keripik cabai ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada cabai  agar mendapatkan hasil yang tepat dan produk dapat dijual. “Kami tidak hanya memberikan keterampilan secara teknis, tetapi juga mempraktikan cara pembuatan keripik cabai, serta pengemasan yang benar”, yang disampaikan narasumber.  Pada sesi pentingnya menggunakan kemasan yang benar Dwi yuni Hastati, menyampaikan bahwa toples yang digunakan sebaiknya atasnya tetap diberi isolasi agar tidak ada udara yang masuk, sehingga produk tidak cepat melempem. Harapannya ke depan KWT bisa menjadi wadah bagi masyarakat dalam menampung hasil produksi tanaman cabai, sekaligus memasarkannya, dapat menjadi salah satu unit usaha yang sukses ujar Penanggungjawab kegiatan menutup keterangannya.

Melalui pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan sumber daya lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, mengembangkan usaha berbasis pangan, serta membangun ekosistem sosial ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.  Lebih lanjut, Wien Kuntari, menyatakan bahwa ke depannya Tim pengabdian pada masyarakat Prodi MAB akan terus menjalin kemitraan strategis untuk mengimplementasikan berbagai program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan rasa kepedulian terhadap bahan pangan lokal yang ada dilingkungan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan inovasi berkelanjutan, Tim pengabdian pada masyarakat Prodi MAB berharap dapat menciptakan dampak positif yang signifikan melalui konsep sosioentrepreneur dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Menanggapi kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut, Ibu Umiyati selaku ketua KWT Ciharashas, memberikan komplimen atas inisiatif pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat RW 01 melalui ketahan pangan. Beliau mengapresiasi upaya ini sebagai langkah positif untuk peningkatan keterampilan masyarakat. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Prodi MAB Sekolah Vokasi IPB  atas kegiatan pelatihan kali ini. Kami berharap Prodi MAB terus berinovasi dengan program-program pengabdian masyarakat yang revolusioner, mendorong kemandirian dan ketahanan pangan berbahan baku lokal,” ungkap Umiyati dengan antusias. (*/Adv)

Komentar

You must login to comment...