Pertanian dan Peternakan

Kabupaten Gunung Kidul Dapat Program Budidaya Ternak Kambing dari PLN EPI

Sunday, 12 May 2024 17:00 WIB
Peternakan kambing etawa di Kota Yogya. (Dok.jogjaprov.go.id)

Radarsuara.com - Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapatkan bantuan program Budidaya Ternak Kambing Perah Peranakan Etawa dari PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui kolaborasi dengan peternak di Desa Berdaya Energi PLN EPI.

Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, menyatakan bahwa program yang dijalankan merupakan upaya kontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s).

"Desa Berdaya Energi dibangun dengan konsep pemberdayaan melalui integrasi pilar lingkungan, pengembangan UMK, sosial budaya, dan kesehatan masyarakat," jelasnya dikutip Minggu 12 Mei 2024.

Diketahui, bantuan ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI yang turut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam menjalankan program tersebut, PLN EPI bekerja sama dengan 50 warga yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) seperti Tani Mulya dan Gapoktan Asem Mulyo.

"Dari hasil kajian, program ini sangat potensial dilakukan mengingat adanya partisipasi dan antusiasme warga dalam Pelatihan Budidaya Ternak Kambing Perah," ungkap Agung.

Dengan demikian, kelompok masyarakat yang terlibat telah memiliki pengetahuan dalam pemeliharaan hewan ternak, yang berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan para peternak.

Untuk mendukung keberhasilan program, PLN EPI memberikan bantuan pembuatan kandang kambing komunal dan bibit kambing peranakan etawa ber-SNI.

"Semoga melalui bantuan program ini, kami dapat turut meningkatkan manfaat pengembangan ternak kambing perah di lingkungan masyarakat sekitar," katanya.

Selain itu, PLN EPI akan mendorong terciptanya ekosistem ternak kambing perah dengan menciptakan koneksi antar pelaku usaha, dimulai dari penyedia bibit ternak kambing hingga penyedia pakan hijau dan green konsentrat.

"Untuk pemasaran, kami akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai offtaker produk, yang bertugas membangun skema penjualan untuk membuka peluang pasar," pungkas Agung.

Penulis: Asep Supriyanto

Editor: Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...