Pekalongan Targetkan 6.000 Petani Muda Lewat Program YESS-SI
8 jam yang lalu
Pemkab Pekalongan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Polbangtan Yoma untuk mencetak 6.000 petani muda. (Foto : Istimewa)
Radarsuara.com - Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendapat target mencetak 6.000 petani muda dalam tiga tahun ke depan melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services–Scaling Up Intervention (YESS-SI).
Program ini disiapkan untuk mendorong regenerasi petani sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda di sektor pertanian.
Target tersebut menjadi bagian dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (12/10/2026).
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, mengatakan regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak agar potensi pertanian daerah tetap produktif.
Kabupaten Pekalongan memiliki lahan panen padi seluas 40.923 hektare dengan produksi mencapai 213.561 ton pada 2025. Namun, dominasi petani berusia lanjut dan rendahnya minat anak muda masih menjadi persoalan.
Menurut Sukirman, ancaman tersebut juga berkaitan dengan keberlanjutan pemanfaatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 17.261,97 hektare.
“Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kita seluas 17.261,97 hektare terancam tidak tergarap optimal jika tidak ada regenerasi,” kata Sukirman.
Program YESS-SI akan menyasar pemuda desa berusia 17–39 tahun. Kelompok yang menjadi sasaran tidak hanya anak muda yang ingin terjun ke pertanian, tetapi juga anak putus sekolah, penyandang disabilitas, serta warga yang tinggal di wilayah terpencil.
Pemerintah kabupaten akan membentuk tim koordinasi, memperkuat kelembagaan, serta memasukkan program tersebut ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Kerja sama dengan perbankan dan dunia usaha juga akan dibangun untuk mendukung pelaksanaannya.
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menjelaskan YESS-SI merupakan pengembangan dari program YESS yang didanai International Fund for Agricultural Development (IFAD) Italia.
Program sebelumnya berlangsung selama lima tahun, yakni 2019–2024, dan dinilai berhasil sehingga diperluas ke lima provinsi, termasuk Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan kajian IPB dan UGM, Pekalongan menjadi satu dari empat kabupaten prioritas di wilayah Jawa Tengah dan DIY, bersama Banyumas, Magelang, dan Gunungkidul. Dari target nasional 34.000 petani muda, sebanyak 6.000 peserta dialokasikan untuk Kabupaten Pekalongan.
Hermawan mengatakan tahap awal pada 2026 difokuskan pada pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL) bersama dinas terkait. Peserta selanjutnya akan mengikuti pelatihan, magang, dan memperoleh kesempatan mendapatkan hibah kompetitif. Program tersebut ditargetkan berjalan penuh mulai 1 Januari 2027.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menyambut kerja sama tersebut. Ia menyebut pertanian masih menjadi salah satu sektor utama yang berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) dan penyerapan tenaga kerja di daerah itu.
Menurut Akbar, kerja sama dengan Polbangtan Yoma diharapkan tidak berhenti pada kemitraan kelembagaan, tetapi menghasilkan wirausaha muda yang mampu mengembangkan sektor pertanian. (*/ADV)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023