Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Digital Penyuluhan Pertanian melalui Penelitian di Jawa Barat
16 jam yang lalu
Foto: Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Digital Penyuluhan Pertanian melalui Penelitian di Jawa Barat
Radarsuara.com - Transformasi digital terus membuka ruang baru bagi penguatan penyuluhan pertanian. Tidak hanya mengubah cara informasi disampaikan, pemanfaatan teknologi digital juga berpotensi memperluas akses pengetahuan, mempercepat transfer inovasi, serta mendukung penyuluh dalam menjalankan tugasnya secara lebih efektif.
Semangat tersebut menjadi bagian dari penelitian yang dilakukan Tim Peneliti Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui kajian bertajuk “Transformasi Digital Penyuluhan Pertanian di Jawa Barat.”
Dalam rangka mendukung pelaksanaan penelitian tersebut, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto bersama Tim Peneliti Polbangtan Bogor melakukan kunjungan ke UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Cikampek, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang pada Kamis (24/9).
Kunjungan menjadi momentum untuk melakukan koordinasi sekaligus menggali informasi secara langsung mengenai pelaksanaan penyuluhan pertanian di wilayah Kecamatan Cikampek.
Berbagai aspek menjadi bahan pembahasan, mulai dari pelaksanaan kegiatan penyuluhan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, hingga kebutuhan digitalisasi yang dapat mendukung aktivitas penyuluh dan memperkuat akses informasi bagi pelaku utama pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang semakin modern dan adaptif.
Penelitian “Transformasi Digital Penyuluhan Pertanian di Jawa Barat” menjadi bagian dari upaya Polbangtan Bogor dalam mengembangkan kajian dan inovasi di bidang penyuluhan pertanian. Melalui penelitian ini, tim berupaya memperoleh gambaran mengenai kondisi aktual pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Jawa Barat, termasuk peluang, tantangan, serta kebutuhan penguatan kapasitas sumber daya manusia penyuluh.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi penyuluh agar digitalisasi benar-benar dapat mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Kunjungan ke Kecamatan Cikampek menjadi bagian penting dari proses penelitian karena tim dapat memperoleh informasi langsung dari lingkungan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Selain melakukan koordinasi, Tim Peneliti Polbangtan Bogor juga menggali informasi mengenai praktik pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung kegiatan penyuluhan.
Informasi lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai bagaimana teknologi digital telah dimanfaatkan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang masih dihadapi penyuluh.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin menilai penelitian yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan pertanian.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan bahwa penelitian merupakan salah satu instrumen penting bagi perguruan tinggi vokasi untuk memastikan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian.
“Polbangtan Bogor berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan dan kebutuhan nyata di lapangan. Transformasi digital dalam penyuluhan menjadi isu yang penting untuk dikaji karena teknologi dapat menjadi instrumen untuk memperkuat efektivitas penyuluhan dan mempercepat transfer informasi kepada petani,” ujar Yoyon.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung dengan unit pengelola pertanian dan penyuluh di daerah menjadi bagian penting untuk mendapatkan gambaran yang objektif mengenai kondisi penyuluhan saat ini.
“Kami ingin mendengar langsung pengalaman dan kebutuhan para pelaksana penyuluhan. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai peluang, tantangan, sekaligus kebutuhan penguatan kapasitas SDM dalam menghadapi transformasi digital,” tambahnya.
Transformasi digital dalam penyuluhan pertanian pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat bagi penyuluh dan petani.
Pemanfaatan platform digital, sumber informasi, komunikasi berbasis teknologi, serta pengelolaan data berpotensi mendukung penyuluh dalam menjalankan fungsi pendampingan dan penyampaian informasi kepada pelaku utama pertanian. Namun, efektivitas transformasi tersebut tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, kemampuan adaptasi, serta pemahaman terhadap kebutuhan pengguna di tingkat lapangan. Karena itu, penelitian yang dilakukan Polbangtan Bogor diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memahami secara lebih mendalam proses transformasi digital penyuluhan pertanian di Jawa Barat.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat mendukung pengembangan penyuluhan pertanian yang semakin efektif, berbasis data, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mempercepat proses transfer pengetahuan dan inovasi kepada petani. (wsd)(*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023