Nasional

Ratusan Bus OTW ke Jakarta Jelang Demo 27 Agustus

1 jam yang lalu
"Ilustrasi" Ratusan bus berangkat ke Jakarta jelang demo 27 Agustus. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Ratusan bus dari sejumlah daerah mulai bergerak menuju Jakarta menjelang aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026. Rombongan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga sejumlah wilayah di Sumatra.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR RI dengan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Berdasarkan daftar armada yang beredar di sejumlah grup WhatsApp, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan jumlah bus cukup besar. Pati tercatat mengerahkan 50 bus, Semarang 50 bus, Demak 25 bus, Klaten 23 bus, dan Cilacap 20 bus.

Dari DIY, rombongan berasal dari Bantul sebanyak 12 bus, Gunungkidul 10 bus, Kulon Progo 14 bus, serta Sleman 15 bus.

Pergerakan massa juga datang dari Jawa Timur. Surabaya tercatat menyiapkan 32 bus, Malang 30 bus, Nganjuk 27 bus, Bojonegoro 25 bus, dan Lamongan 23 bus.

Sementara dari luar Pulau Jawa, sejumlah daerah di Sumatra turut mengirimkan armada. Lampung tercatat menyiagakan 100 bus, Palembang 60 bus, Bengkulu 57 bus, Pekanbaru 30 bus, dan Jambi 26 bus.

Dalam daftar tersebut, Jawa Barat tidak tercantum sebagai daerah yang mengirimkan rombongan bus menuju Jakarta.

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mengatakan sebagian rombongan dari Pati telah tiba lebih dahulu di Jakarta untuk mempersiapkan aksi.

“Alhamdulillah, kami sudah sampai Jakarta dan bersiap untuk menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan pengesahan UU Perampasan Aset,” ujar Botok, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.

Namun, perjalanan rombongan AMPB menuju Jakarta sempat diwarnai insiden pelemparan batu bata. Peristiwa itu terjadi saat bus yang membawa 17 penumpang melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (24/8/2026).

Koordinator AMPB Teguh Istiyanto mengatakan, pelemparan dilakukan oleh dua orang yang berada di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) di sekitar KM 54–55 wilayah Karawang.

“Tadi di KM 54–55 di atas JPO, bus kami dilempar batu bata besar sampai kacanya hancur dan batunya masuk ke dalam. Pelakunya ada dua orang memakai jaket hoodie,” tutur Teguh.

Akibat kejadian tersebut, kaca bagian depan atas bus mengalami kerusakan. Rombongan kemudian menepi di Rest Area KM 52 untuk membersihkan pecahan kaca dan memperbaiki sementara bagian yang rusak menggunakan lakban.

Tim advokasi AMPB, Vander, mengatakan tiga penumpang mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca.

“Tepatnya tadi di atas ya, di atas jembatan lalu kemudian melempari batu bata ya, kemudian merusak bagian kaca bus kita dan tadi sedikit melukai teman-teman juga karena mendapat percikan-percikan kaca,” kata Vander.

Meski mengalami kerusakan, bus tersebut tetap melanjutkan perjalanan hingga rombongan tiba di kawasan Kompleks Parlemen.

Situasi lain muncul setelah video Supriyono alias Botok terlihat berada di dalam kendaraan dinas kepolisian beredar di media sosial. Kemunculan video tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa Botok diamankan polisi menjelang aksi.

Tim Advokasi AMPB membantah informasi tersebut. Vander menjelaskan, Botok berada di kendaraan kepolisian untuk meminta bantuan menuju Polda Metro Jaya setelah bus rombongan mengalami kerusakan.

“Oke, bukan dijemput ya. Sebenarnya tadi kita ingin mengantar surat pemberitahuan kegiatan kita diskusi hari ini,” jelas Vander.

Menurut Vander, rombongan tidak memiliki kendaraan lain karena bus yang digunakan mengalami kerusakan akibat pelemparan batu.

“Jadi kita tadi kan nggak ada kendaraan, bus kita kan rusak. Jadi kita sebenarnya minta tolong. Nah, karena mereka juga mau bersedia tapi kan masyarakat ini banyak yang antusias, dan kita susah menjelaskan satu-satu. Akhirnya ya kita ambil sikap, kita tunda dulu sementara untuk mengantarkannya,” tandas Vander.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto juga memberikan klarifikasi. Ia mengatakan Supriyono alias Botok tidak ditangkap ataupun diamankan polisi.

“Saudara Supriyono alias Botok tidak dilakukan penangkapan maupun pengamanan oleh kepolisian. Satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat sebelumnya telah berkomunikasi dengan Saudara Supriyono dan Saudara Teguh terkait rencana kegiatan massa Pati di depan gedung DPR RI,” tegas Kombes Budi Hermanto.

Budi menjelaskan, kepolisian sebelumnya menyarankan penyelenggara untuk mengurus kelengkapan administrasi kegiatan ke Polda Metro Jaya. Botok kemudian menyatakan bersedia dan meminta didampingi personel kepolisian menuju Polda Metro Jaya menggunakan kendaraan dinas.

Namun, keberangkatan tersebut akhirnya dibatalkan setelah situasi di lokasi semakin ramai dan muncul kesalahpahaman di tengah massa.

“Yang bersangkutan telah menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Polda Metro Jaya adalah untuk mengurus izin kegiatan. Namun, karena situasi di lokasi semakin ramai, keberangkatannya tersebut akhirnya dibatalkan,” terang Budi.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...