KADIN Indonesia - PDHI Jatim 2 - IDHSI Jatim mengajak Fakultas Teknik UB bersama membangun CENTER OF EXCELLENT for TROPICAL DAIRY CONSTRUCTION SCIENCE
11 jam yang lalu
Foto: KADIN Indonesia - PDHI Jatim 2 - IDHSI Jatim mengajak Fakultas Teknik UB bersama membangun CENTER OF EXCELLENT for TROPICAL DAIRY CONSTRUCTION SCIENCE
Radarsuara.com - KADIN INDONESIA audiensi bersama dengan PDHI Jatim 2 dan Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia (IDHSI) Jawa Timur melakukan audiensi dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) membahas sinergi antara pelaku bidang peternakan sapi perah dengan para akademisi dan ahli di bidang teknik .
Dalam kesempatan ini Ketua Komite Tetap Ternak Perah KADIN INDONESIA yang sekaligus juga Ketua Cabang PDHI JATIM II drh. Deddy F Kurniawan, M.Vet menyampaikan kondisi dunia peternakan sapi perah dan industri persusuan indonesia yang mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir dan diprediksi akan terus tumbuh dalam 10-20 tahun kedepan.
Kebutuhan susu dalam negeri yang terus meningkat memicu naiknya nilai investasi didunia persapiperahan dan persusuan. Saat ini, bisnis persapiperahan dan persusuan di Indonesia diperkirakan bernilai sekitar 28 Miliar Dollar dengan nilai impor hingga 12 Triliun Rupiah pertahun.
Deddy selanjutnya menyampaikan beberapa data diantaranya, data demografi indonesia yang saat ini didominasi usia produktif dan diprediksi angkanya akan semakin bertambah hingga 2050 dan terjadi bonus demografi. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap naiknya pendapatan dan kelas konsumen indonesia dan diprediksi menjadi akan 4 besar Asia di tahun 2030.
Ia menambahkan kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap naiknya kebutuhan akan protein hewani, yang salah satu sumber utamanya adalah susu sapi. Berdasarkan data BPS tahun 2024, kebutuhan susu nasional 4,53 Juta ton/tahun atau 2 Juta Liter/Hari. Angka kebutuhan ini berpotensi bertambah 144 - 444 Juta ton/Tahun, dengan adanya program MBG.
Deddy menjelaskan, untuk menyambut peluang tersebut ada beberapa hambatan yang perlu dicarikan solusi bersama. Kurangnya ahli di dunia persusuan termasuk juga terkait dengan teknik dan konstruksi kandang dan industri susu belum ada standar nasional (SNI). Selanjutnya ia mengajak semua pihak termasuk para ahli dan akademisi dari FT UB untuk bersinergi
Dalam audiensi tersebut, Prof. Ir. Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D.,IPU., ASEAN Eng., APEC Eng selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menyambut baik ajakan sinergi tersebut. Selanjutnya ia memperkenalkan 8 departemen yang juga hadir pada kesempatan tersebut dan menegaskan bahwa para ahli dana akademisi yang kompeten dibidangnya siap untuk bersinergi. Termasuk juga Mahasiswa yang tahun ini berjumlah 7.000 orang juga bisa dilibatkan, salah satunya sinergi dengan program Capstone pada mahasiswa semester akhir.Ia menambahkan bahwa selama ini FT UB juga sudah bersinergi dengan KADIN Jawa Timur untuk program kewirausahaan UMKM.
Pada sesi penutup deddy menyatakan siap menjadi penghubung bagi para akademisi untuk terhubung dengan dunia industri, khususnya industri persapiperahan dan persusuan nasional. (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023