Polbangtan Kementan Buka Sertifikasi Kompetensi untuk Tiga Program Studi, Siapkan 108 SDM Pertanian Kompeten
6 jam yang lalu
Polbangtan Kementan Buka Sertifikasi Kompetensi untuk Tiga Program Studi, Siapkan 108 SDM Pertanian Kompeten (Foto: Dok. Kementan)
Radarsuara.com - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melaksanakan pembukaan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dari tiga program studi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan yang siap kerja dan berdaya saing di sektor pertanian.
Sertifikasi tersebut meliputi skema Manajer Produksi Agribisnis untuk Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH), Teknisi Perawatan Alsintan untuk Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), serta Paramedik Veteriner untuk Program Studi Kesehatan Hewan (Keswan).
Kegiatan ini diikuti oleh total 108 asesi yang akan menjalani proses uji kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikasi kompetensi menjadi langkah strategis dalam memastikan lulusan Polbangtan Bogor memiliki pengakuan atas kemampuan teknis dan profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri pertanian.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia pertanian merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan sektor pertanian nasional.
“Kita membutuhkan SDM pertanian yang unggul, kompeten, dan siap terjun ke lapangan. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kemampuan yang terstandar sehingga mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bentuk komitmen dalam mencetak lulusan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap tantangan zaman dan kebutuhan industri.
“Mahasiswa harus memiliki kompetensi yang terukur dan diakui. Melalui sertifikasi ini, lulusan tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga bukti kompetensi profesional yang meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” kata Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan vokasi pertanian.
“Kami terus mendorong pendidikan vokasi berbasis praktik dan kompetensi agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian. Sertifikasi ini menjadi penguatan penting agar mahasiswa semakin siap memasuki dunia profesional,” ungkap Muhammad Amin.
Wakil Direktur III Polbangtan Bogor, Rudi Hartono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi menjadi bukti keseriusan Polbangtan Bogor dalam mempersiapkan lulusan yang profesional dan terserap di dunia kerja.
“Sebanyak 105 asesi yang mengikuti sertifikasi ini diharapkan mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya sesuai bidang masing-masing. Kami ingin lulusan Polbangtan Bogor tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki legitimasi kompetensi yang diakui dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia,” ujar Rudi Hartono.
Adapun skema sertifikasi yang diikuti meliputi Manajer Produksi Agribisnis bagi mahasiswa Program Studi AGH, Teknisi Perawatan Alsintan untuk mahasiswa Program Studi TMP, dan Paramedik Veteriner bagi mahasiswa Program Studi Keswan. Melalui sertifikasi ini, peserta akan diuji kemampuan teknis, manajerial, serta keterampilan praktis sesuai standar kompetensi kerja di bidang masing-masing.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas lulusan pendidikan vokasi pertanian yang profesional, kompeten, serta siap mendukung pembangunan pertanian Indonesia menuju sektor yang lebih maju, mandiri, dan modern. (wsd) (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023