Pastikan Setiap Perjalanan Aman: Tiga Lembaga Resmi Bersinergi Standarisasi Pemandu Wisata Alam
20 jam yang lalu
Tanda tangan MoU
Radarsuara.com - BANDUNG – Meningkatnya animo masyarakat terhadap wisata alam di Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan standar keselamatan dan profesionalisme yang terukur. Menjawab kebutuhan tersebut, Asosiasi Pemandu Wisata Bhakti Pertini (Duta Tiwi), Yayasan Elang Khatulistiwa Indonesia, dan Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadri resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Acara penandatanganan yang direncanakan berlangsung pada Minggu, 19 April 2025 mendatang di Ekuator Hub, Jalan Cigadung Raya Timur Nomor 96, Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi tonggak penting dalam menciptakan ekosistem wisata alam yang lebih aman dan bertanggung jawab di tanah air.
Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tren kunjungan ke destinasi wisata alam di berbagai daerah, yang sayangnya belum selalu diiringi dengan kualitas layanan dan kompetensi pemandu wisata yang memadai, terutama dalam aspek keselamatan dan manajemen kegiatan di alam terbuka.
Abby, seorang traveller yang kerap menjelajahi berbagai destinasi alam di Indonesia, menyampaikan harapan yang sama terkait inisiatif ini. "Para traveller butuh pemandu yang tidak hanya paham jalur dan keindahan alam, tetapi juga punya keterampilan menangani situasi darurat dan memastikan keamanan seluruh peserta perjalanan. Kerja sama seperti ini sangat kami nantikan agar wisata alam di Indonesia semakin terjamin kualitasnya," ungkapnya.
Bangun SDM Pemandu yang Kompeten dan Tersertifikasi
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua DUTA TIWI Andi Sukandi, dan Ketua Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadri, Dr. Sn Handajani, M.Pd. Kedua pihak sepakat untuk fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang terstruktur melalui program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
"Tren wisata alam terus meningkat dari tahun ke tahun, tetapi sayangnya hal ini belum diimbangi dengan standar kompetensi pemandu yang memadai, terutama dalam aspek keselamatan dan manajemen risiko di alam terbuka. Banyak pemandu yang memiliki pengalaman lapangan, tetapi belum memiliki standar kompetensi yang teruji dan terakreditasi. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menutup kekurangan tersebut," jelas Andi Sukandi.
Melalui kerja sama ini, program yang akan dijalankan difokuskan pada peningkatan kapasitas pemandu wisata alam, mulai dari penguasaan teknik keselamatan dasar hingga lanjutan, manajemen risiko perjalanan, penanganan keadaan darurat, hingga penyusunan kurikulum pelatihan yang relevan dengan kondisi lapangan. Selain itu, kedua lembaga juga berkomitmen untuk mengadakan workshop dan program peningkatan kapasitas secara berkala dan berkelanjutan.
Dr. Sn Handajani menekankan bahwa sertifikasi yang diberikan bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi merupakan bagian dari sistem penjaminan kualitas yang bertujuan untuk melindungi keselamatan wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata.
"Keselamatan adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas wisata alam. Tanpa jaminan keselamatan, keindahan alam yang ditawarkan tidak akan berarti apa-apa. Dengan adanya standar kompetensi yang jelas dan sertifikasi yang terpercaya, kita bisa memastikan bahwa setiap perjalanan wisata alam tidak hanya memberikan pengalaman yang menarik dan berkesan, tetapi juga aman dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar," ungkapnya.
Jangkauan Seluruh Wilayah Indonesia
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi pelaksanaan pelatihan, sertifikasi kompetensi, pengembangan kurikulum, penelitian terkait pengembangan wisata alam yang aman, serta berbagai program kolaboratif lainnya yang akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjangkau pemandu wisata di berbagai daerah di Indonesia, sehingga standar keselamatan dan profesionalisme dapat diterapkan secara merata di seluruh destinasi wisata alam tanah air.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan keamanan yang menjadi hak setiap wisatawan.
Editor : Jael
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023