Penting, Ini Pesan Bidan untuk Ibu Menyusui yang Berpuasa
Saturday, 28 February 2026 15:57 WIB
Bidan Desa Pagelaran sekaligus penanggung jawab Puskesmas Pembantu, Mariyah Qibtiyah Agustina
Radarsuara.com - Memasuki bulan Ramadan, tidak sedikit ibu menyusui yang dihadapkan pada pilihan sulit antara menjalankan ibadah puasa dan menjaga kecukupan ASI bagi sang buah hati.
Secara syariat, ibu menyusui termasuk golongan yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa dan diperbolehkan mengganti di hari lain atau membayar fidyah.
Namun dari sisi kesehatan, keputusan tetap perlu mempertimbangkan kondisi ibu dan kebutuhan nutrisi bayi.
Bidan Desa Pagelaran sekaligus penanggung jawab Puskesmas Pembantu, Mariyah Qibtiyah Agustina, S.Tr. Keb, Bdn, menjelaskan bahwa ibu menyusui boleh berpuasa selama kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan produksi ASI tetap mencukupi.
“Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi. Jika ibu merasa lemas berlebihan atau produksi ASI menurun drastis, sebaiknya puasa dibatalkan,” ujar Mariyah, yang juga membuka klinik bidan mandiri di Jl. Sukamaju Ciapus Kreteg, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu.
Menurutnya, tubuh ibu menyusui membutuhkan tambahan energi sekitar 500 kalori per hari untuk mendukung produksi ASI. Karena itu, pengaturan pola makan saat sahur dan berbuka menjadi kunci utama.
Perhatikan Asupan Nutrisi dan Cairan
Ibu menyusui dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Sumber protein seperti telur, ikan, ayam, kacang-kacangan, serta sayur dan buah sangat membantu menjaga kualitas ASI.
Asupan cairan minimal 2,5 hingga 3 liter per hari juga perlu dipenuhi dengan pembagian waktu antara berbuka hingga sahur. Kekurangan cairan dapat memicu dehidrasi yang berisiko menurunkan produksi ASI.
Konsumsi kafein juga sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi kualitas istirahat ibu dan berpotensi membuat bayi lebih rewel.
Saat berbuka, ibu menyusui dianjurkan memulai dengan air putih dan makanan ringan bergizi sebelum menyantap makanan utama. Sementara saat sahur, pilih makanan yang memberikan energi tahan lama agar tubuh tidak mudah lemas di siang hari.
Kenali Tanda Harus Membatalkan Puasa
Ibu menyusui perlu segera membatalkan puasa jika mengalami pusing berat, sangat lemas, tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil dan urine berwarna pekat, atau jika bayi tampak lebih sering menangis karena kurang ASI.
Jika muncul keluhan tersebut, segera konsumsi cairan dan makanan bergizi, serta konsultasikan ke tenaga kesehatan bila diperlukan.
“Jangan memaksakan diri. Kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi tetap menjadi prioritas utama,” tegas Mariyah.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023