Pertanian dan Peternakan

Dukung Swasembada Pangan, Kementan Gelar Sosialisasi Cyber Extension 3.0

Thursday, 02 October 2025 13:09 WIB
Dukung Swasembada Pangan, Kementan Gelar Sosialisasi Cyber Extension 3.0 (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menggelar acara Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 33 sekaligus Sosialisasi Cyber Extension 3.0, pada Selasa (30/09/2025).

Acara ini dirancang untuk membekali penyuluh pertanian agar lebih optimal dalam memanfaatkan media interaksi dan informasi berbasis website yang terbuka untuk penyuluh serta masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan agar penyuluh mengawal program-program utama Kementan, seperti percepatan luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan indeks pertanian (IP), sehingga para petani dapat lebih sejahtera.

Dengan adanya penyuluh yang melek teknologi, diharapkan mereka dapat mendampingi petani lebih baik dan mencapai tujuan-tujuan tersebut. 

Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi sangat diperlukan dalam mendukung program utama Kementerian Pertanian. Dengan didukung inovasi dan pemanfaatan digitalisasi teknologi, saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan akan tercapai.

Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gusti Made Ngurah Kuswandana menegaskan bahwa peran penyuluh sangat penting sebagai ujung tombak di lapangan. 

 “Penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam mensukseskan percepatan swasembada pangan”, ujarnya.

Narasumber Ngobras, Galih Tresnandika sebagai tim pengembang menjelaskan bahwa Cybex Extension 3.0 ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya dan dirancang sebagai media strategis untuk mempercepat penyebaran informasi pertanian.

Platform ini dilengkapi dengan berbagai fitur, antara lain kebijakan, materi teknis, manajemen, sosio-kultural, artikel, berita nasional/daerah, hingga dokumen digital.

“Artikel yang diunggah harus melalui proses verifikasi admin sebelum dipublikasikan. Hal ini untuk menjaga kualitas konten dan menghindari materi yang tidak sesuai. Selain itu, semua akun didaftarkan melalui pusat agar sistem lebih aman,” ujar Galih.

Galih menambahkan, meski format tulisan tidak dibatasi secara kaku, penyuluh disarankan menggunakan standar font profesional. Materi berbasis kearifan lokal juga tetap bisa dimuat setelah diverifikasi agar terjaga mutu dan kredibilitasnya.

Dengan hadirnya Cybex Extension 3.0, Kementan berharap semangat menulis dan berbagi pengetahuan di kalangan penyuluh kembali meningkat. Platform ini diharapkan bukan hanya wadah konten, tetapi juga menjadi pusat referensi pertanian yang kredibel, aman, dan mudah diakses. (HK/NF)

 (*/Adv) 

Komentar

You must login to comment...