Kelautan dan Perikanan

Pengolah Gurita di Kaur Naik Kelas

Wednesday, 16 August 2023 15:09 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), memberikan pelatihan kepada para pengolah gurita di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan kemampuan mengolah produk lebih beragam dan berdaya saing tinggi di pasar. (Dok.KKP)

Radarsuara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pelatihan kepada sejumlah pengolah gurita di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mengolah produk lebih beragam dan berdaya saing tinggi di pasar.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta mengatakan, pelatihan diberikan karena selama ini mereka masih mengolah gurita dengan cara sederhana, dan produk olahan yang dihasilkan pun terbatas jenisnya.
 
"Untuk memperkaya dan meningkatkan nilai produk olahan komoditas gurita, kami menyelenggarakan pelatihan diversifikasi produk olahan gurita bagi kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (poklahsar) di Desa Linau di Kecamatan Maje," ungkapnya, Rabu 16 Agustus  2023.
 
Pelatihan tersebut diikuti oleh empat Poklahsar Desa Linau, yakni Kuritos, Ke’ite Maju, Koperasi TMB dan Sukses Bersama. Para peserta diedukasi mengenai pentingnya sanitasi, hygiene perikanan, hingga penanganan ikan segar.
 
Mereka kemudian dilatih mengolah gurita menjadi bakso, sambal, dimsum, serta nugget gurita. Selanjutnya pelatihan cara pengemasan produk yang baik dan benar.
 
Pelatihan ini, kata Nyoman, bagian dari program Smart Fisheries Village (SFV) yang menjadi andalan BPPSDM-KP untuk meningkatkan produktivitas masyarakat kelautan dan perikanan. Sebelumnya, BPPSDM telah menetapkan Desa Linau dalam program SFV tersebut.
 
“Dengan ditetapkannya Desa Linau sebagai Desa SFV dengan komoditas gurita diharap mendapat perhatian seluruh pihak, baik itu stakeholder hingga akademisi, demi mendukung keberlanjutan pengelolaan gurita tersebut,” ucap Nyoman.
 
Setelah pelatihan ini, pihaknya berharap, olahan gurita dari Desa Linau menjadi lebih dikenal dan produknya pun beragam.
 
Menurutnya, pengelolaan dan pengembangan SFV Desa Linau diakuinya tak terlepas dari kontribusi penyuluh perikanan.
 
Dengan ulet, kegigihan dan pendampingan intens dari Penyuluh Perikanan Satminkal BRPPUPP, diharap dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dan mewujudkan masyarakat Kaur yang mandiri.
 
Sementara, Kepala Desa Linau, Ispi Yulidarmin berterima kasih sekaligus mengapresiasi penetapan desa SFV dan pelatihan yang digelar KKP. 
 
"Kami berharap dengan adanya intervensi KKP melalui program SFV ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kaur," kata dia. 
 
Penulis : Dony PJ
Editor    : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...