Perikanan

Meluas, KKP Kembangkan Modeling Budidaya Rumput Laut di Maluku Utara Tahun Ini

Kamis, 23 Mei 2024 13:00 WIB
KKP Kembangkan Modeling Budidaya Rumput Laut di Maluku Utara Tahun Ini (Dok.KKP)

Radarsuara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berencana mengembangkan modeling budidaya rumput laut di Rote Ndao dan Maluku Tenggara pada tahun ini.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan rencana pengembangan ini bertujuan untuk menggenjot industri hilir rumput laut nasional.

"Tahun ini kami berencana mengembangkan pemodelan lagi di dua lokasi tambahan, Rote Ndao dan Maluku Tenggara, masing-masing seluas 50 hektare, dengan target produksi di setiap lokasi sebesar 2.187 ton rumput laut basah per tahun," ungkap Trenggono dikutip Kamis 23 Mei 2024.

KKP sebelumnya telah membangun modeling rumput laut ramah lingkungan di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, seluas 50 hektare. 

Selain pemodelan budidaya rumput laut, Trenggono menyebut pihaknya juga menerapkan strategi revitalisasi untuk meningkatkan produksi budidaya yang sudah ada melalui penyediaan bibit dan pembibitan kultur jaringan.

Menurutnya, stabilitas dan kualitas produksi di hulu menjadi penopang tumbuhnya industri hilir rumput laut.

Merujuk data pada tahun 2022, budidaya rumput laut Indonesia menghasilkan 9,23 juta ton, didominasi oleh varian Cottonii sebagai bahan karagenan, disusul oleh jenis rumput laut Sargassum, Gracilaria, Haliminea, dan Gelidium amanzii.

"Penelitian mengungkap peran penting rumput laut dalam membentuk masa depan umat manusia dan memastikan keberlanjutan ekologi. Rumput laut sebagai sumber pangan alternatif, industri biofarmasi dan kosmetik, pengganti plastik ramah lingkungan, serta penangkapan karbon," jelas Trenggono.

Berdasarkan Future Market Insights tahun 2023, pasar rumput laut global mencapai USD 7,79 miliar dan diproyeksikan akan terus meningkat menjadi USD 19,66 miliar pada tahun 2033, dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 9,7 persen antara tahun 2023 – 2033.

Proyeksi ini menghadirkan peluang usaha rumput laut yang cukup besar, baik di hulu maupun hilir. Indonesia memiliki potensi lahan budidaya seluas 12,1 juta hektare, namun yang baru termanfaatkan hanya 0,8 persen.

Namun, untuk mengoptimalkan peluang ekonomi di bidang rumput laut, diperlukan kolaborasi semua pihak. Hadirnya pusat riset rumput laut tropis yang diluncurkan pada acara seminar tersebut diharapkan akan memperkuat ekosistem rumput laut di Indonesia.

Trenggono berharap strategi pemodelan budidaya rumput laut ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan petani rumput laut, kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis : Asep Supriyanto 

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...